Insulin Tak Dipatenkan | ethicaldigest

Insulin Tak Dipatenkan

Diabetes merupakan gangguan seumur hidup, yang hingga kini belum dapat disembuhkan secara total. Penderita diabetes terutama penderita diabetes tipe 1, membutuhkan insulin dalam kehidupan sehari-hari. Tahukah Anda, ternyata insulin tidak pernah dipatenkan oleh penemunya.

Pada tahun 1922, Sir Frederick Grant Banting dan Charles Best menemukan insulin. Dengan mematenkannya, keduanya bisa hidup makmur. Namun, mereka memutuskan untuk menyerahkan hasil penelitiannya ke Universitas Toronto hanya seharga setengah dollar, meski tahu bahwa penemuan itu akan memberi efek yang sangat besar dalam dunia medis. Keputusan ini memungkinkan terapi insulin dapat segera tersedia di seluruh dunia, dengan harga yang terjangkau.

Insulin yang diekstrak dari pankreas sapi, pertama kali dicobakan 11 Januari 1922 kepada Leonard Thompson, anak usia 14 tahun yang menderita diabetes. Karena ekstrak insulin yang diberikan belum murni, ia mengalami reaksi alergi berat. Setelah perbaikan formula, selain efek sampingnya hilang gejala glikosuria dari pasien juga menghilang.

Yang dramatis adalah pertama kali insulin diberikan di bangsal anak khusus bagi penderita diabetic ketoacidosis. Bangsal terisi 50 pasien, dengan keluarga yang menunggu dengan putus asa di samping ranjang, sampai anak meninggal. Nah, pagi itu peneliti Banting, Best dan Collip  menyuntikan insulin dari satu ranjang ke ranjang lain. Belum sampai ke ranjang pasien terakhir, anak pertama yang mendapat suntikan insulin bangun dari komanya disambut dengan suka cita  oleh keluarga.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.