Dengan Ezetimibe Lebih Baik(1) | ethicaldigest

Dengan Ezetimibe Lebih Baik(1)

Kini, dokter sudah tidak lagi hanya mempertimbangkan hasil laboratorium dalam memberikan pengobatan. “Yang pertama harus dilakukan adalah menilai faktor risiko. Yang perlu diperhatikan adalah, berapa target penurunan kolesterol LDL,” ujar Prof. dr. John F. Adam Sp.PD-KEMD dari Univesitas Hasanudin, Makasar. Beberapa faktor risiko seperti merokok, hipertensi, kolestrol HDL rendah, riwayat keluarga dan usia, dapat memodifikasi kolesterol LDL.

NCEP ATP III menyebutkan, jika ada 1 faktor risiko target penurunan kolesterol LDL adalah kurang dari 160mg/dl. Jika lebih dari 2 faktor risiko, targetnya kurang dari 130. Tapi, jika memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner, targetnya kurang dari 100. Meski begitu, ini belum cukup. Berdasar beberapa penelitian, dilakukan beberapa perubahan di tahun 2001 dan tahun 2004

Dalam penelitian yang dipublikasikan tahun 1998, Steven Hafner dan kawan-kawan melakukan follow up selama 7 tahun terhadap orang diabetes tanpa MI sebelumnya, dan pasien MI tanpa diabetes. Ternyata, insiden MI sama antara pasien dengan MI tanpa diabetes sebelumnya dengan pasien MI tanpa diabetes. Mereka menyimpulkan, penderita diabetes tanpa infark harus mendapat penanganan yang sama dengan orang post infark tanpa diabetes.

Karena itu, NCEP ATP III tahun 2001 mengubah pernyataannya. “Mereka menyatakan, orang dengan diabetes dan post stroke harus diperlakukan sama dengan orang yang baru mendapatkann infark. Aapa artinya? LDL kolesterol harus dibawah 100,” ujar Prof. Adam.

Grundy melihat bahwa pada Heart Protection Study, menggunakan target di bawah 70mg/dl, CAARDS studi di bawah 70mg/dl dan PROVE IT di bawah 70mg/dl. Dia melihat, orang-orang yang mencapai kadar kolesterol LDL di bawah 70mgdl, memiliki angka kejadian kardiovaskuler yang jauh lebih rendah dibandingkan orang-orang di bawah 90mg/dl. Karena itu Grundy mengatakan, pasien berisiko tinggi target LDLnya harus di bawah 100mg/dl. Tapi, pasien berisiko sangat tinggi harus dibawah 70mg/dl.

Yang dimaksud berisiko sangat tinggi, adalah pasien dengan penyakit kardiovaskuler plus beberapa faktor risiko utama, memiliki faktor risiko berat dan tidak terkontrol dengan baik, memiliki beberapa faktor risiko sindroma metabolik (terutama trigliserida tinggi >200mg/dl plus kolesterol non HDL >130mg/dl dengan kolesterol HDL rendah <40mg/dl).

Target penurunan LDL dari AHA/ACC tahun 2006 dan ADA tahun 2007 adalah sama. Target pada pasien berisiko sangat tinggi adalah di bawah 70. Pertanyaannya, apakah kita bisa mencapai di bawah 70 dengan monoterapi? Dari penelitian PROVE IT dan TNT, Atorvastatin 80 mg mampu mencapai penurunan LDL sampai dibawah 70. “Yang menjadi pertanyaan, apakah kita berikan Atorvastatin 80mg? Saya sendiri belum pernah melakukan hal itu,” ujar Prof. John

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.