Xartemis XR untuk Nyeri Akut | ethicaldigest

Xartemis XR untuk Nyeri Akut

Satu lagi pilihan analgetik yang diloloskan FDA: Xartemis XR, yang berisi oksikodon hidroklorida dan asetaminofen. Xartemis XR merupakan tablet lepas lambat yang diindikasikan untuk manajemen nyeri akut yang berat, sehingga memerlukan terapi opioid. Obat ini juga ditujukan sebagai alternatif terapi, untuk pasien-pasien yang nyerinya tidak bisa lagi diatasi atau tidak cukup dengan pemberian analgetik lain (non-opioid), atau pada yang tidak dapat menoleransi obat lain.

Masa depan Xartemis cukup menjanjikan. Obat ini mengusung dua jenis analgetik yang sudah terkenal luas keefektifannya. Ditambah lagi, obat ini unik karena mampu bekerja sebagai obat nyeri ideal dengan onset kerja yang cepat, tetapi mampu bertahan lama dalam darah. Obat ini dapat mengurangi nyeri dalam waktu satu jam, dan dapat diberikan hanya dua kali sehari.

Nyeri yang tidak terkontrol dapat sangat mengganggu dan menyebabkan penurunan produktivitas. Nyeri akut seringkali tidak hanya berlangsung empat atau enam jam. Nyeri dapat berlangsung berhari-hari, termasuk pada pembedahan, kecelakaan, dan lain-lain. Obat yang ada selama ini hanya bertaham empat hingga enam jam, sehingga pasien harus terbangun pada malam hari untuk minum obat nyeri. Dengan Xartemis XR, tidur pasien tidak perlu terganggu oleh nyeri. Berdasar studi, intensitas nyeri yang dirasakan subjek yang mendapat obat ini dalam 48 jam lebih rendah dibanding dengan yang mendapat obat lain.

Xartemis XR tersedia dalam sedaan tablet oral. Dosis yang dianjurkan 2 tablet setiap 12 jam. Obat dapat diminum bersama atau tanpa makanan. Dosis kedua dapat diberikan sedikitnya 8 jam setelah dosis pertama, jika diperlukan. Tablet harus diminum secara utuh satu per satu bersama air. Obat tidak boleh dibelah, dikunyah, dipecah atau digerus, karena dapat menyebabkan pelepasan obat menjadi tidak terkontrol dan menyebabkan overdosis hingga kematian.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.