Sarung Tangan Medis Pertama | ethicaldigest

Sarung Tangan Medis Pertama

Saat teori kuman dipublikasikan, dr. William Steward Halsted - ahli bedah di RS Johns Hopkins - mencuci tangan menggunakan klorida yang mengandung merkuri dan asam karbolat (fenol), untuk mensterilkan tangannya dan tangan perawat, yang menjadi asisten bedahnya. Tangan sang perawat rupanya sensitif terhadap klorida bermerkuri; kulitnya jadi melepuh.

Halsted yang melihat hal ini, bukannya memindahkan sang perawat ke departemen lain. Ia malah meminta perusahaan Goodyear Tire and Rubber untuk membuatkan sarung tangan khusus, yang dapat dicelupkan ke dalam asam karbolat.

Hasil yang memuaskan membuat dokter kepala bedah tersebut terus memesan sarung tangan. Suatu hari, terbersit dalam pikirannya untuk mengenakan sarung tangan yang sama. Karena terbiasa, ia dan asistennya malah lebih mahir mengerjakan pembedahan saat mengenakan sarung tangan dibanding saat mengoperasi dengan tangan terbuka. Bukan hanya membawa perubahan di bidang pembedahan, rupanya kisah sarung tangan ini juga membawa berkah bagi dr. Halsted, karena pada akhirnya ia menikah dengan sang asisten.

Saat ini, sarung tangan adalah perlengkapan wajib untuk melakukan prosedur-prosedur dengan prinsip steril. Sekarang, tidak hanya dokter atau perawat  yang menggunakan sarung tangan. Sarung tangan sekali pakai pertama dibuat perusahaan Ansell, menggunakan lateks. Belakangan diketahui bahwa lateks merupakan alergen yang cukup umum dijumpai, sehingga diciptakan sarung-sarung tangan yang dilapisi bedak atau terbuat dari bahan lain, seperti vinil, karet nitril atau neopren.

Sekarang, sarung tangan yang dilapisi bedak tidak boleh digunakan di RS Jons Hopkins. Sarung tangan dibuat melalui proses klorinasi, sehingga kadar protein lateks dan residu kimia lainnya berkurang, sehingga mengurangi reaksi alergi.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.