Penurun Berat Badan Pertama Yang Lolos Uji Jangka Panjang | ethicaldigest

Penurun Berat Badan Pertama Yang Lolos Uji Jangka Panjang

Obat obesitas lorcaserin (Belviq, Eisai) tidak meningkatkan risiko major adverse cardiac events (MACE), yang mencakup kematian kardiovaskular, infark miokard nonfatal, dan stroke nonfatal. Ini merupakan hasil penelitian keamanan pasca pemasaran yang melbatkan 12000 pasien, yang diamanatkan Badan Obat dan Makanan Amerika (FDA).

Penelitian CAMELLIA-TIMI 61 adalah penelitian buta ganda plasebo terkontrol, kelompok pararel yang meneliti outcome kardiovaskuler terbesar di antara penelitian penelitian obat penurun berat badan lainnya.   Penelitian ini melibatkan pasien dengan kelebihan berat badan dan obesitas, yang terkonfirmasi menderita penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, atau faktor risiko kardiovaskular.

FDA menyetujui lorcaserin 10 mg dua kali sehari pada tahun 2012. Pada tahun 2016, agensi ini menyetujui pemberian dosis lorcaserin (Belviq XR) lebih besar 20-mg, sekali sehari.

Ada kekhawatiran seputar keamanan obat itu. Tapi, FDA memutuskan untuk memberikan ijin dan mengamanatkan dilakukannya penelitian pasca pemasaran. Penelitian-penelitian outcome terhadap kardiovaskuler semacam ini diperlukan untuk semua obat-obatan obesitas, seperti halnya untuk obat diabetes tipe 2.

Selain tidak menunjukkan peningkatan kejadian kardiovaskular, hasil top-line dari CAMELLIA-TIMI 61 menunjukkan pengurangan konversi ke diabetes tipe 2 pada pasien yang tidak memiliki diabetes pada awal di antara mereka yang memakai lorcaserin 10 mg dua kali sehari dibandingkan dengan yang menerima plasebo.

“Ada juga perbaikan beberapa faktor risiko kardiovaskular, termasuk lipid, tekanan darah, glukosa darah, dan fungsi ginjal, dengan lorcaserin,” tulis EISAI dalam press release-nya saat mengumumkan hasil ini. 

Eisai dan kelompok studi TIMI akan mempresentasikan secara lengkap hasil lengkap penelitian CAMELLIA-TIMI 61 pada pertemuan European Society for Cardiology (ESC) di Munich, Jerman, pada 26 Agustus dan pertemuan European Association for Study of Diabetes (EASD) di Berlin, Jerman, pada 4 Oktober yang akan datang.

"Dengan hasil ini, Belviq adalah obat penurunan berat badan pertama, yang disetujui untuk manajemen berat badan kronis, yang bisa mencapai tujuan ini dalam penelitian kardiovaskuler jangka panjang," tulis EISAI.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.