Eylea, VEGF untuk Wet ARMD | ethicaldigest

Eylea, VEGF untuk Wet ARMD

 Age related macular degeneration (ARMD) merupakan penyebab kebutaan utama di seluruh dunia. Jenis ARMD yang sering dijumpai adalah wet AMD, yakni AMD yang disertai pembentukan pembuluh-pembuluh darah baru di bawah retina. Pembuluh-pembuluh ini dapat bocor dan mengeluarkan cairan serta darah ke jaringan di sekitarnya. Akibatnya, timbul kerusakan dan disfungsi retina berupa bintik hitam di tengah penglihatan, yang makin lama makin besar. Bahkan dapat menutupi seluruh penglihatan dan menyebabkan kebutaan.

Untuk membantu menghentikan pertumbuhan pembuluh baru ini, perusahaan farmasi dari Jerman, Bayer, akan segera memasarkan Eylea di Indonesia. Eylea berbentuk obat injeksi, yang mengandung larutan aflibercept, suatu protein rekombinan gabungan yang mengandung domain reseptor-reseptor VEGF 1 dan 2 ekstrasel. Reseptor ini digabungkan dengan bagian Fc pada IgG1, diformulasikan dalam bentuk larutan iso-osmotik yang disuntikkan secara intravitreal.

Obat yang juga disebut VEGF Trap-Eye ini, bekerja dengan menyamar sebagai reseptor bagi VEGF-A dan placental growth factor (PIGF), sehingga menghambat pengikatan dan aktivasi reseptor VEGF yang sebenarnya. Obat ini telah dimurnikan sedemikian rupa, dan terdapat dalam konsentrasi yang seimbang dan iso-osmotik, sehingga dapat disuntikkan dengan aman ke mata. Eylea telah disetujui penggunaannya di benua Eropa dan Amerika Serikat, sejak lebih dari setahun lalu untuk pengobatan wet AMD.

Dosis yang dianjurkan adalah 2 mg, mula-mula diberikan 1x sebulan, diikuti 1x  setiap dua bulan. Setelah 12 bulan, interval penyuntikan bergantung pada hasil visual dan anatomiknya. Obat ini telah mendapat persetujuan FDA sebagai terapi oklusi vena sentral retina (CRVO) dan edema makular pada penderita diabetes. Selain di Eropa dan Amerika, obat ini telah beredar antara lain di Jepang, Australia dan beberapa negara di Ameika Latin.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.