Dispepsia | ethicaldigest

Dispepsia

Dispepsia atau sakit maag merupakan nyeri abdomen episodik atau rekuren, yang terjadi pada saluran cerna proksimal dan merupakan gangguan yang paling sering dikeluhkan di klinik gastroenterologi. Gejala dispepsia biasanya berupa kembung, rasa mual, muntah, cepat kenyang, rasa penuh dan sakit di abdomen bagian atas atau ulu hati. Meski prevalensi dispepsia beragam, sebagian besar penelitian menunjukkan,  hampir 25% orang dewasa mengalami gejala dispepsia pada suatu waktu selama hidupnya.

 “Suatu survey di populasi, sekitar 30% orang yang berobat ke dokter umum disebabkan gangguan saluran cerna terutama dispepsia. Dan 40-50% yang datang ke spesialis disebabkan gangguan pencernaan terutama dispespia,” kata dr. Murdani Abdullah, SpPD dari Rumah Sakit CiptoMangunkusumo. Dari sebuah survey di DKI Jakarta, hampir 60% orang yang disurvey pernah mengalami dispepsia. “Dari jemaah Sunda Kelapa, 50-60% pernah mengalami keluhan dispepsia, dan bisa kita kategorikan sindroma dispepsia,” imbuhnya.

Gejala dispepsia sangat beragam, dari ringan yang bisa disembuhkan dengan minum air putih atau makan bubur, sampai berat yang tidak bisa diobati dengan obat-obatan apa pun. “Meski prevalensinya sudah cukup tinggi, tidak semua pasien datang kedokter. Sebagian mengobati sendiri dengan obat OTC, mengatur pola makan dan diet,” kata dr. Murdani.

Penyebabnya bisa bermacam-macam dan berbeda-beda, meliputi kelainan struktural, seperti ulkus, kanker, gastritis, duodenitis, obat-obatan, infeksi dan gangguan metabolik. Dispepsia yang tidak disebabkan kelainan organik atau lesi structural, disebut dispepsia fungsional (non ulkus). Penyebabnya bisa abnormalitas pada akomodasi gastrik, hipersensitifitas viseral, terlambatnya pengosongan lambung, disfungsi saraf vagal dan masalah psikologis.

Kelompok kerja Rome II mengajukan skema subtipe, berdasarkan satu gejala tunggal yang paling mengganggu. Dispepsia menyerupai ulkus jika gejala utama adalah nyeri di tengah abdomen bagian atas. Dispepsia menyerupai dismotilitas, jika gejala utama adalah perasaan tidak enak pada perut selain nyeri. Perasaan tidak enak ini bisa dihubungkan dengan rasa penuh pada abdomen bagian atas, cepat merasa kenyang, kembung, sendawa atau mual. Dispepsia non spesifik jika gejala utama tidak sesuai dengan salah satu dari dua deskripsi di atas. Dispepsia menyerupai refluks, tidak disertakan karena diyakini merupakan varian dari GERD.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.