Temuan Baru Diagnosis Kanker Paru dari Indonesia | ethicaldigest

Temuan Baru Diagnosis Kanker Paru dari Indonesia

Beberapa penelitian membuktikan, nafas-hembusan pasien kanker bisa dijadikan modalitas untuk deteksi dini. Dalam uap panas pasien kanker paru terkandung zat-zat kimiawi yang disebut volantile organic compound (VOC), dimana terdapat komponen genetik dan sebagian termetilasi, yang dapat dideteksi dan dianalisa.

Metode yang pernah diperkenalkan adalah dengan cara mengumpulkan nafas hembusan pasien dengan dugaan kanker paru dalam satu tabung khusus. Kemudian, nafas hembusan dikondensasi dan dilakukan pemeriksaan biologi molekuler untuk mendeteksi beberapa gen yang termetilasi dan diduga berperan dalam proses karsinogenesis. Peralatan dan biaya pemeriksaan dengan metode ini mahal.

Pemanfaatan binatang seperti anjing yang terkenal mempunyai indera penciuman, lebih sensitive dibanding manusia, pernah dilakukan di bidang kedokteran untuk mendiagnosa kanker paru. Penelitian tahun 2011 menunjukkan, kemampuan anjing yang terlatih dalam mendiagnosa kanker paru terbukti memiliki sensitifitas 71% dan spesifitas 93%.

Dr. dr. Ahmad Hudoyo, Sp.P dari RS Persahabatan, Jakarta, meneliti pemanfaatan nafas hembusan untuk mendeteksi kanker paru. Hasil penelitian ini dipertahankan di hadapan dewan penguji promosi Doktor pada 10 Janurai 2018 di Auditorium IMERI FK Universitas Indonesia, Jakarta.

Penelitian ini memanfaatkan DNA dan komponen gas dari napas-hembusan pasien. Berdasar hasil penelitian ini terbukti, materi DNA dapat dideteksi, diekstraksi dan diukur konsentrasinya dari bahan sampel napas-hembusan pasien kanker paru, yang ditampung dalam balon karet terkondensasi. 

Dengan menggunakan alat  GCMS (Gas Chromatography Mass Spectroscopy), hasil analisa mendapatkan kandungan 14 golongan senyawa kimia pada pasien kanker paru maupun pada orang normal. Juga ditemukan 5 jenis senyawa spesifik yang hanya dijumpai pada napas-hembusan pasien kanker paru saja, dan tidak ditemukan pada orang sehat.

Metode bersifat non-invasif, mudah, murah dan sederhana. Selain itu inovasi metode ini lebih mudah dalam cara pengiriman sampel genetik untuk pemeriksaan marker biomolekular. Setelah ditransfer ke kertas saring dan dikeringkan, dapat dikirim melalui pos ke laboratorium biomolekular.  Keuntungan lain, pengambilan sampel dapat dilakukan di mana saja, termasuk daerah-daerah terpencil.

Dengan demikian metode ini dapat dimanfaatkan untuk skrining kanker paru dikombinasi dengan metode lain yang sudah direkomendasi secara internasional, yaitu pemeriksaan LDCT (Low Dose Ct-Scan). Seperti kita ketahui, skrining dengan LDCT saja mempunyai kelemahan berupa nilai spesifitas yang rendah. Dikombinasi dengan metode ini, diharapkan nilai spesifitas atau keakuratan skrining lebih tinggi.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.