Perubahan Ekspresi Lipoprotein Associated Phospholipase A2 dan Lysophosphatidylcholine dalam Perkembangan Awal Aterosklerosis | ethicaldigest

Perubahan Ekspresi Lipoprotein Associated Phospholipase A2 dan Lysophosphatidylcholine dalam Perkembangan Awal Aterosklerosis

Penyakit kardiovaskuler secara tipikal menyerang usia pertengahan keatas. Perjalanan penyakit kardiovaskuler sebenarnya tidak lepas dari interaksi terus menerus, sejak masa kanak-kanak hingga remaja dan dewasa, dimana  risikonya terus mengalami peningkatan. Penyebab penyakit kardiovaskuler pada remaja secara pasti belum diketahui. Secara umum dikenal berbagai faktor resiko untuk menderita penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung koroner (PJK).

Gaya hidup seperti merokok, minum alcohol, pola diet salah, kurang aktivitas fisik dan obesitas, berperan pada kejadian penyakit ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, CVD (Cardiovaskuler Disease) adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Diperkirakan, tahun 2030 hampir 25 juta orang meninggal akibat CVDs, terutama penyakit jantung dan stroke. Penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di Amerika Serikat; 34,3% dari semua kematian di AS pada tahun 2006.

Penyakit kardiovaskuler menjadi masalah serius dan menjadi penyebab kematian utama di negara-negara maju maupun berkembang. Diketahui, aterosklerosis merupakan penyebab paling umum CVD. Perkembangan aterosklerosis sangat berkaitan dengan ganggguan metabolisme lipid dan inflamasi. OxLDL telah banyak dibuktikan berperan penting pada proses inflamasi vaskular dan sangat berhubungan dengan lipoprotein associated phospholipase A2 (LpPLA2). Untuk mengetahui lebih jauh mengenai LpPLA2 dalam perkembangan aterosklerosis, Dr. dr. Teuku Heriansyah SpJP(K), FIHA, melakukan penelitian in vivo.

Penelitian eksperimental laboratorik dikerjakan dr. Heriansyah di laboratorium Biosains Univeritas Brawijaya Malang, mulai September 2014 hingga Agustus 2015. Penelitian dilakukan dengan desain post test with control group secara in vivo, menggunakan 50 hewan coba tikus sprague dawley (SD) yang terbagi dalam 5 kelompok besar yaitu: kelompok normal, kelompok dislipidemia (DL), DM tipe 2 (DMT2), kelompok DL serta DMT2 yang diberi Darapladib (DP) (penyekat selektif LpPLA2), dengan dosis 30mg/kg berat badan setiap hari. Untuk mengetahui perkembangan aterosklerosis masing-masing kelompok terdiri dari 2 serial waktu perlakukan, yaitu 8 dan 16 minggu. 

Parameter yang diukur dalam penelitian adalah ekspresi mTNA LpPLA2, protein LpPLA2, kadar lysophosphatidylcholine (LipoPC), oxLDL di jaringan aorta dan plasma, ekspresi IL-6, TNF- alfa dan iNOS dijaringan aorta, profil lipid, kadar gula darah puasa, kadar insulin plasma, ketebalan PAT dan jumlah sel busa di jaringan aorta. Ekspresi mRNA LpPLA2 di jaringan aorta dan darah, diukur dengan metode RT-PCR. Selanjutnya, ekspresi protein LpPLA2, IL-6 dan TNF-alfa dan iNOS dijaringan aorta diukur menggunakan teknik immunofluoresence. Kadar LisoPC jaringan aorta dan darah, diukur menggunakan metode LC-MS, kadar oxLDL jaringan aorta dan plasma, PAF serta insulin plasma diukur menggunakan ELISA. Jumlah sel busa dan ketebalan PAT diukur dengan pengecatan HE.

Hasilnya uji anova, manova, korelasi, regresi dan analisis jalur menunjukkan bahwa pada kondisi DL, ekspresi protein LpPLA2 di jaringan aorta berkorelasi bermakna dengan peningkatan jumlah sel busa. Pada kondisi DMT2, ekspresi relatif mRNA LpPLA2 darah berkorelasi bermakna dengan peningkatan jumlah sel busa. Pemberian DP menekan ekspresi protein LpPLA2 dan LisoPC di jaringan aorta, pada kondisi DMT2 maupun DL. Tetapi DP tidak menekan ekspresi mRNA LpLPA2 jaringan aorta dan darah, pada kondisi DMT2 maupun DL. Darapladib dalam penelitian ini mampu menekan petanda inflamasi baik di jaringan aorta maupun plasma, pada kondisi DL maupun DMT2.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan, LpPLA2 dan produk bioatifnya (LisoPC) terbukti berperan penting pada aktifasi respon inflamasi dalam perkembangan awal atresorklerosis pada kondisi DMT2 dan DL. Terdapat perbedaan jalur patomekanisme LpPLA2, dalam mengaktivasi respon inflamasi diantara kondisi DMT2 dan DL, dalam perkembangan awal aterosklerosis. Atas penelitiannya ini, dr. Heriansyah mendapat gelar Doktor Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia, 21 November 2016.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.