Peran Faktor Pembekuan dalam Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetik | ethicaldigest

Peran Faktor Pembekuan dalam Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetik

Luka kaki diabetik (LKD) merupakan salah satu komplikasi diabetes dalam waktu lama, yang dapat berefek pada kecacatan yang dapat menurunkan kualitas hidup hingga kematian. Komplikasi diabetes terhadap pembuluh darah kecil (mikrovaskular /mikrosirkulasi) dan besar (makrovaskular  /makrosirkulasi) memengaruhi terjadinya LKD dan proses penyembuhannya.

Menurut Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, dalam acara promosi doktor 17 Juni 2016, kondisi mikrosirkulasi ini dapat dinilai dengan pemeriksaan transcutaneous perfusion oxygen (TcPO2), untuk mengukur kadar oksigen dalam jaringan dan transcutaneous perfusion carbon dioxide (TcPCO2), untuk mengukur kadar karbondioksida dalam jaringan.

Gangguan mikrosirkulasi dapat memengaruhi pertumbuhan jaringan sehat pada LKD, yang disebut jaringan granulasi. Beberapa hal yang dapat memengaruhi mikrosirkulasi adalah faktor metabolik (HbA1c yaitu parameter terkendalinya glukosa darah dalam 3 bulan; glukosa darah sewaktu/GDS), faktor gangguan fungsi saraf (neuropati autonom, motorik dan sensorik), faktor pembekuan darah (fibrinogen dan plasminogen activator inhibitor-1/PAI-1), faktor infeksi (high sensitive-C reactive protein/hsCRP), faktor peradangan (indeks MMP-9 yaitu rasio Matrix Metalloproteinase-9 dengan Tissue Inhibitor of Metalloproteinase-1), indeks TcPO2 (rasio oksigen di jaringan dengan di arteri), dan indeks TcPCO2 (rasio karbon dioksida di jaringan dengan di arteri).

Untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor tersebut terhadap indeks TcPO2, indeks TcPCO2 dan indeks granulasi (rasio antara luas jaringan sehat dengan luas luka kaki diabetik), serta mengetahui peran indeks TcPO2 dan indeks TcPCO2 terhadap indeks granulasi pada luka kaki diabetik, Dr. Yunir melakukan penelitian. Penelitian dilakukan Desember 2014 – Desember 2015, di RS dr. Cipto Mangukusumo, Jakarta, dan beberapa rumah sakit jejaring pada 68 subjek LKD tanpa penyakit arteri perifer.

Dalam penelitian ini subjek diberi perawatan standar LKD dan dipantau setiap minggu sebanyak 4 kali. Pada pemantauan ke-1 sampai ke-3, dilakukan dokumentasi LKD, pengambilan darah dan pengukuran TcPO2 dan TcPCO2 dengan alat TCM TOSCA/ CombiM monitoring systems buatan Radiometer. Pemantauan ke-4 hanya dilakukan dokumentasi LKD. Hasil dokumentasi digunakan untuk mengukur luas luka dan jaringan granulasi dengan program ImageJ. Penilaian neuropati autonom dengan menggunakan hasil pemeriksaan interval RR (dari pemeriksaan elektrokardiogram), dan kecepatan hantar saraf dengan alat elektromiografi. Data lain diperoleh dari data rekam medis. Kemudian data tersebut dianalisis dengan path analysis (analisis lajur) dari program LISREL untuk data repetitif dan SPSS untuk data nonrepetitif.

Hasilnya berdasarkan analisis statistik, peningkatan glukosa darah sewaktu, fibrinogen dan PAI-1 memengaruhi penurunan indeks TcPO2, dengan PAI-1 sebagai faktor terkuat yang memengaruhi oksigenisasi. Berbeda dengan indeks TcPCO2 yang tidak berhubungan bermakna terhadap semua faktor tersebut, kecuali hsCRP. Pertumbuhan granulasi dipengaruhi beratnya neuropati motorik dan sensorik, peningkatan glukosa darah sewaktu, fibrinogen, PAI-1 dan hsCRP, dengan fibrinogen sebagai faktor yang paling memengaruhi pertumbuhan granulasi. Granulasi ternyata tidak dipengaruhi oleh indeks TcPO2 dan indeks TcPCO2, tetapi dipengaruhi TcPO2 saja (oksigen di jaringan setempat).

Penelitian yang dilakukan Dr. Yunir mampu menunjukkan bahwa selain aspek metabolik, neuropati, peradangan, infeksi dan edukasi, faktor pembekuan darah khususnya fibrinogen dan PAI-1 dapat memengaruhi proses penyembuhan luka kaki diabetik, yang tidak disertai penyakit arteri perifer. Berdasarkan hasil tersebut, pada penanganan luka kaki diabetik perlu diatasi segera sumber peradangan, infeksi dan pembekuan darah yang optimal, serta pengendalian glukosa darah yang tinggi sesegera mungkin.

Dengan disertasi berjudul “Peran Faktor Metabolik, Neuropati Perifer, Inflamasi, Infeksi dan Hemostasis terhadap Oksigenisasi Jaringan serta Pengaruhnya terhadap Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetik” Dr. Em Yunir memperoleh gelar Doktor bidang Ilmu Kedokteran di Universitas Indonesia.

Hasil penelitian ini juga memberikan ide, untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh pemberian heparin dan anti-PAI, sebagai anti pembekuan darah terhadap oksigenisasi jaringan dan dapat mempercepat penyembuhan luka kaki diabetik.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.