Hubungan Kekambuhan Pasien LLA Terkait Terapi Vinkristin dengan Polimorfisme Gen MDR1 | ethicaldigest

Inovasi Implan Glaukoma Turunkan TIO dan Memperbaiki Tajam Penglihatan

Glaukoma merupakan neuropati optik dengan penyempitan lapang pandang, akibat peningkatan tekanan intraokular sebagai faktor risiko utama. Glaukoma diklasifikasikan menurut penyebab, patofisiologi dan gambaran klinis. Berdasar penyebabnya, glaukoma dibedakan menjadi glaukoma primer skunder. Berdasar patofisiologisnya dibedakan menjadi sudut tertutup dan terbuka. Sedangkan dari gambaran klinis dibedakan menjadi glukoma akut dan kronik.

Menurut Dr. dr. Virna Dwi Oktariana, SpM(K), saat ini glaukoma menjadi penyebab kebutaan kedua di dunia setelah katarak dengan sifatnya yang ireversible. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, jumlah penderita glaukoma di dunia akan mengalami peningkatan dari 60,7 juta pada 2010 menjadi 79,4 juta pada tahun 2020. Data di Indonesia, berdasar Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, adalah 4,6 permil; tertinggi di Provinsi DKI Jakarta.

Iskemia, rentannya serabut saraf retina, gangguan vaskular dan faktor mekanik akibat peningkatan tekanan intraokular (TIO), merupakan patogenesis khas glaukoma. Peningkatan TIO diduga menyebabkan penekanan pada sel-sel ganglion di retina, sehingga terjadi apoptosis yang berujung pada neuropati optik dan gangguan lapang pandang yang khas.

Penanganan glaukoma sampai saat ini ditujukan pada upaya menurunkan TIO, dengan pemberian medikamentosa, laser atau operasi. Bergantung dari jenis glaukoma dan derajat kerusakan yang terjadi. Ketika obat tidak mampu mengendalikan tekanan intraokular, operasi filtrasi seperti trabekulektomi bisa menjadi pilihan dan jika trabekulektomi tidak dapat dilakukan karena derajat fibrosis yang tinggi, atau glaukoma karena uveitis, neovaskularisasi dan glaukoma refrakter, operasi implan glaukoma dapat dilakukan pada pasien.

“Implan glaukoma yang tersedia saat ini relatif terbatas, dengan pembiayaan yang cukup tinggi dan tingkat keberhasilan hanya 60%,” jelas dr. Virna. Terdapat desan implan galukoma berbahan Polymethil Methacrylate (PMMA), dengan beberapa keunggulan seperti: permukaan yang sangat halus dengan desain dan ukuran yang dimodifikasi sehingga memudahkan proses pemasangan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini, dr. Virna melakukan penelitian untuk mengetahui respon jaringan kelinci dan evektivitas serta keamanan implan.

Penelitian dilakukan pada hewan coba  kelinci (oryctolagus cuniculus) selama 3 bulan, Maret 2015 - Mei 2015, di Unit Pelayanan Hewan Laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan Institute Pertanian Bogor (IPB). Penelitian dilanjutkan di Depertemen Medik Mata FKUI, yang merupakan penelitian aplikasi implan pada pasien glaukoma.

Hasilnya, secara histopatologi reaksi peradangan akut maupun kronik pada kelinci kontrol dan perlakukan tidak berbeda bermakna. Respon jaringan terhadap benda asing, secara histopatologi sesuai dengan respon terhadap benda asing secara umum. Implan terbukti berfungsi pada satu mata kelinci yang menderita galukoma. Implan glaukoma yang diimplantasi juga tidak mengalami perubahan permukaan dan degradasi polimer yang besar. Hal ini dibuktikan dengan pemeriksaan atomic force microscopy, Fourier transform infrared dan gas cromatography mass spectrometry.

Sementara itu, implantasi pada pasien galaukoma pasien stadium lanjut terlihat penurunan TIO dan terbentuknya bleb yang baik, yang dibuktikan secara klinis dan pada pemeriksaan menggunakan anterior scanning optical coherence tomography. Keamanan implan dibuktikan dengan membaiknya kondisi klinis pasien dan tidak adanya keluhan berat seperti ekstrusi implan. Dua pasien dalam penelitian ini mengalami perbaikan tajam penglihatan. “Ini luar biasa dan tidak pernah saya duga sebelumnya,” ujar dr. Virna.

Atas penelitiannya, dr. Virna memperoleh gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia, 8 Desember 2016.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.