Hubungan Gula Darah Tinggi dengan MACE pada SKA | ethicaldigest

Hubungan Gula Darah Tinggi dengan MACE pada SKA

Sindroma Koroner Akut (SKA) merupakan komplikasi akhir proses aterosklerosis, yang merupakan proses peradangan menahun di pembuluh  arteri. Proses ini melibatkan proses imun, sistem pembekuan darah dan sel endotel pembuluh arteri.

Proses aterosklerosis diawali penimbunan kolesterol jahat pada dinding pembuluh arteri, menyebabkan penyempitan ruang di pembuluh arteri. Pecahnya plak aterosklerosis, yang disertai penggumpalan trombosit dan  pembekuan darah merupakan mekanisme utama terjadinya SKA.

Data Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tahun 2008–2012 menunjukkan, dari 1.289 pasien yang dirawat karena keluhan nyeri dada, sekitar ¾-nya dipastikan mengalami SKA. SKA merupakan penyebab utama kematian pada penyakit pembuluh arteri jantung, dengan angka kematian  sebesar 30% dalam 24 jam pertama.

Angka kematian yang tinggi pada SKA, terkait dengan kejadian major adverse cardiac events (MACE), yang meliputi: kematian, gagal jantung, kematian otot jantung, gangguan irama jantung yang berat, atau stroke.

Beberapa penelitian di Jakarta dan Negara-negara lain menemukan hubungan antara kejadian MACE pada pasien SKA, dengan konsentrasi gula darah yang tinggi saat masuk rawat  rumah sakit. Kadar gula darah tinggi saat masuk rumah sakit, dapat dijadikan sebagai faktor prediktor independen kejadian MACE selama perawatan.

Dr. dr. Suharko Soebandri, Sp.PD-KEMD, melakukan penelitian sejak awal tahun 2017. Dia mencoba melihat pengaruh konsentrasi gula darah yang tinggi saat masuk rawat, terhadap kejadian MACE pada SKA, dengan menelaah jalur peradangan dan cedera sel endotel. Untuk menelaah jalur peradangan, digunakan penanda interleukin 10 (IL 10) dan soluble interleukin 6 receptor (s-IL6R). Sedangkan untuk menelaah jalur cedera sel endotel, dipilih penanda  syndecan-1 (sdc-1) dan  claudin-5 (CLDN-5).

Dalam penelitiannya tidak didapatkan hubungan antara kadar gula darah yang tinggi saat masuk rawat dengan kejadian MACE pada pasien SKA. Namun, ditemukan bahwa konsentrasi IL-10 pada kelompok MACE lebih tinggi bermakna,  dibandingkan dengan kelompok bukan MACE.

Juga didapatkan bahwa konsentrasi sdc-1 meningkat bermakna pada pasien dengan konsentrasi gula darah yang tinggi, dibandingkan dengan  yang normal. Selain itu, luas kematian otot jantung dan rerata konsentrasi gula darah selama perawatan dan awitan SKA, dikaitkan dengan kejadian MACE pada SKA.

Lewat penelitiannya ini, dr. Suharko Soebandri, Sp.PD-KEMD, meraih gelar doctor di  FKUI, 5 Januari 2017.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.