Ekstrak Kedelai Menurunkan Gula Darah Puasa dan Meningkatkan Ekspresi TERT Sel Beta Pankreas | ethicaldigest

Ekstrak Kedelai Menurunkan Gula Darah Puasa dan Meningkatkan Ekspresi TERT Sel Beta Pankreas

Diabetes mellitus (DM) masih menjadi masalah kesehatan yang utama. Jumlah penderita global pada tahun 2010 sekitar 285 juta orang dan tahun 2030 diperkirakan menjadi sekitar 439 juta. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi, penderita DM di Indonesia mengalami peningkatan dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. 

Seperti dikatakan Dr. Drs. Muhammad Samsul Mustofa, MBiomed, diabetes mellitus merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia, karena terjadi kelainan sekresi insulin atau resistensi seluler insulin. Hiperglikemia kronis dan gangguan metabolik menyebabkan peningkatan produksi radikal bebas terutama spesies oksigen reaktif (ROS), dengan mekanisme auto-oksidasi glukosa dan glikosilasi protein.

Terdapat hubungan antara DM tipe 2 dan massa sel-beta. Semakin tinggi hiperglikemia, sel-beta semakin berkurang. Hal ini ditunjukkan dalam jaringan pankreas dari spesimen otopsi penyandang DM tipe 2, yang menunjukkan penurunan jumlah sel-beta sekitar 3-10 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tanpa diabetes.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa terjadi penurunan jumlah sel-beta pada penderita DM tipe 2, berhubungan dengan peningkatan oksidan yang mengakibatkan panjang telomer pada penderita DM tipe 2 lebih pendek secara signifikan, dibandingkan yang bukan penderita. “Telomer merupakan struktur DNA yang terdapat di ujung-ujung krmosom dengan panjang 9-15 kb, dan berperan dalam menjaga stabilitas dan integritas kromosom,” jelasnya. Telomerase terdiri atas dua subunit penting, yaitu enzim telomerase reserve transcriptase (TERT) dan telomerase RNA componen (TERC atau TR). Oleh sebab itu dalam upaya mencegah kerusakan DNA, meningkatan aktivitas telomer, disfungsi sel dan kerusakan jaringan diperlukan antioksidan untuk menurunkan tingkat stress oksidatif.

Kedelai (glycine max L. Merr) dipilih Drs. Samsul untuk penelitiannya, karena mengandung banyak antioksidan genistein. Katanya, “Lebih tepatnya, saya ingin mengetahui kemampuan ekstrak kedelai dalam meningkatkan ekspresi TERT sel-beta pankreas, pada tikus diabetes mellitus.”

Penelitian dilakukan di Animal House Departemen Farmakologi FKUI, bulan Januari 2013 sampai dengan OKtober 2013. Penelitian eksperimental randomized block design ini dilakukan pada 60 tikus putih jantan galur sprague-dawely, yang dikelompokkan secara acak menjadi 6 kelompok: tikus normal, tikus DM (diinduksi aloksan), tikus DM + glibenklamid, Tikus DM + ekstrak kedelai 1 mg/kgBB/hari, tikus DM + ekstrak kedelai 5 mg/kgBB/hari, tikus DM + ekstrak kedelai 25 mg/kgBB/hari.

Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 20. Variable yang diukur yaitu glukosa darah puasa (GDP), kadar malondialdehid (MDA), Glutathione (GSH), aktivitas enzim telomerase, kadar hormon insulin, ekspresi TERT dan jumlah sel-beta pankreas.

Hasil penelitian menunjukan, GDP pada perlakukan dengan ekstrak kedelai menurun secara bermakna  (p< 0,05) dibandingkan dengan tikus DM. Kadar MDA, kadar GSH, kadar hormon insulin dan konsentrasi enzim telomerase tidak berbeda dibandingkan tikus DM. Ekspresi TERT pada kelompok tikus DM + 25 mg/kgBB/hari lebih tinggi secara bermakna p<0,05, dibanding pada kelompok tikus DM. jumlah sel beta pankreas pada tikus perlakukan ekstrak kedelai lebih tinggi secara bermakna p<0,05, dibandingkan kelompok tikus DM.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kedelai 1,5 dan 25 mg/kkBB/hari mampu menurunkan GDP dan meningkatkan ekspresi TERT sel beta pankreas, pada tikus diabetes mellitus yang diinduksi aloksan.

Atas penelitiannya, Drs. Muhammad Samsul Mustofa, Mbiomed, memperoleh gelar Doktor Program Studi Ilmu Biomedik Universitas Indonesia, dengan Yudisium Sangat Memuaskan, pada 9 Januari 2017.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.