Ethicaldigest

Definisi dan Epidemologi MRSA 4

Setiap dokter atau penyedia layanan kesehatan harus mempertimbangkan infeksi MRSA pada diagnosis bandingnya pada semua pasien dengan adanya gambaran infeksi kulit dan jaringan lunak (skin and soft tissue infection), atau manifestasi gejala lain dari infeksi staphylococcus yang disertai adanya factor risiko untuk terjadinya MRSA.

CDC menganjurkan agar tetap mempertimbangkan kemungkinan infeksi MRSA sebagai diagnosis banding  pada infeksi kulit dan jaringan lunak yang sesuai dengan infeksi S. Aureus, terutama yang purulen (berfluktuasi atau teraba kavitas berisi cairan, dengan bagian tengah kuning atau putih, ada pus yang mengalir keluar, atau pus dapat diaspirasi menggunakan jarum). Keluhan pasien berupa “gigitan serangga” perlu dicurigai sebagai infeksi MRSA.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain kultur spesimen dari masing-masing infeksi. Bahan sediaan dapat diambil dari biopsi kulit atau pus, sputum, darah, dan urin.

Pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosis infeksi MRSA dilakukan dengan mengisolasi dan mengidentifikasi S. aureus dari pasien menggunakan pemeriksaan mikrobiologis standar (pertumbuhan biakan pada agar Baird-Parker dan hasil tes koagulase positif). Setelah S. aureus diisolasi, kemudian ia dikultur pada agar yang mengandung methicillin atau antibiotik lain. Jika S. Aureus tetap tumbuh dengan adanya methicillin, maka bakteri tersebut merupakan MRSA.

Cara yang lebih akurat untuk menentukan apakah S. aureus resisten terhadap methicillin adalah dengan identifikasi gen mecA atau PBP2a melalui PCR. Cara ini lebih cepat mengingat virulensi MRSA yang tinggi dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sehingga memerlukan pengobatan secara cepat. Carrier MRSA atau orang yang terkolonisasi MRSA dapat dideteksi melalui usap kulit, lubang hidung (kemungkinan positif yang paling besar), atau tenggorok pada orang yang tanpa gejala. Hasil usapan kemudian juga dikultur.

Tabel faktor risiko untuk terjadinya MRSA

Faktor-faktor community-acquired atau tempat khusus

  • Kondisi tempat tinggal yang berdesakan  dan kumuh (penjara, barak militrer, penampungan)
  • Populasi (penduduk kepulauan pasifik, asli laska dan asli amerika)
  • KOntak olahraga (sepakbola, rugby, gulat)
  • Laki-laki  yang berhubungan seks dengan laki-laki
  • Berbagi handuk, alatolahraga dan barang-barang pribadi
  • Higiene personal yang buruk

Faktor-faktor hospital-acquired atau tradisional

  • Perawatan di rumah sakit sebelumnya (dalam satu tahun terakhir)
  • Dilakukan operasi sebelumnya (rawat inap atau rawat jalan dalam satu tahun terakhir)
  • Riwayat abses yang recuren dalam keluarga atau yang tinggal bersama
  • terbukti secara laboratorium adanya kasus MRSA dalam keluarga atau yang tinggal bersama
  • Tinggal di fasilitas perawatan jangka lama atau kontak dengan penghuninya berkali-kali
  • Pengguna obat intravena
  • Terpasang kateter
  • Kondisi medis (misalnya; diabetes, HIV, dan gagal ginjal

Sumber : Navy Enviromental Health Center, 2005.